Laman

Kamis, 18 Agustus 2011

Fatamorgana Diri

Bathin ini seperti terpasung
Ditengan kebebasan
Akalku tak mampu menjangkau
Alam pikirmu

Apakah rasaku yang terlalu bodoh
Hingga tak mampu mengertimu
Ataukah lakumu yang kelewat pintar
Sampai-sampai tak mampu
Menggaulkan diri

Sejenak ku tertegun
menyaksikan angkuhmu dalam diam
tak banyak yang bisa kuperbuat
karena akalku
masih mencari sosokmu yang utuh

Kuasa-Mu

Dalam doa tak henti pintaku
Tuk hadirkan dia di denyut nadiku.

Sabarku tak pernah putus
Tuk selalu meminta dan meminta
Walau kuasa-Mu belum nyata buatku
Ikhlasku tetap berjalan
Menyusuri dzikir harapan.

Kupasrahkan hidupku
Tuk diukir dalam skeario agung-Mu
Sembari menanti,,,
Kapan cerita itu kulakonkan,

Pencarianku

Perjalanan itu terlalu panjang
Kakiku mulai letih melangkah
Namun,,,
Tapak itu tetap kupijak
Demi menemukan sosokmu
Sosok yang belum pernah kulihat.


Langkah demi langkah tetap kuayun
Dengan harapan menemukanmu.
Entah di dunia antah berantah mana
Dirimu berada.

Tetapi,,,
Semangatku selalu yakin
Bahwa dirimu ada untukku
Pada masa dan waktu yang indah
Karna Dia tlah menciptakanmu
Untukku…

Racunnya Lisan

Jalan itu terpaksa ditapaki
Walau akhirnya terlewati juga
Dan tiba di punghujung tak bersahabat…

Berdiri pada sebuah lingkar keangkuhan,
Awal mula cerita itu.

Raga itu memang elok
Kala tampak di permukaan.
Dihiasi oleh pakaian kebesaran,
Sementara isi kepala itu samar dipelupuk mata
Karna,,,
Tutur terucap laksana
angkuhnya rahwana dan cerdiknya sang kancil
sementara lisan terdengar tak terpelajar.

Para pandawa hanya diam bijaksana,
Sambil menyaksikan drama satu babak
Yang bercerita tentang,,,
“sempitnya akal karna lisan tak terdidik”.

Angkuhnya Hati

Hampir setiap saat bertemu
Namun tak saling menyapa
Padahal,,,
Ada rindu yang tertahan
Lemahnya rasa dan angkuhnya hati
Menutup rapat katup bibir

Rindu yang terpendam memberontak jiwa
Perlahan-lahan bathin tergores
Meninggalkan sayatan pedih
Disudut sukma

LAKSANA BULAN

Peraduanmu begitu tinggi, tak mampu kucapai
Kunaiki pesawat kasih, 'tuk sentuh ragamu
tak kuasa terjamah
Kudaki gunung cinta, "tuk raih hatimu
tak jua tergapai
Akhirnya... aku pulang menumpang payung sabar
dan... menuruni jurang ikhlas
Kulepas semua harapanku...
Tiba-tiba... kau datang mengendarai mobil permohonan
yang bertuliskan... I LOVE U
Riangnya hatiku...
Ternyata engkau laksana bulan, karna...
Purnama cintamu, mampu terangi ruang hampa jiwaku

TERIMA KASIH TUHAN

TERIMA KASIH TUHAN
Telah...
Kau lindungi mawar,
kala badai menerpa
Kau naungi melati,
saat terik menyengat
Kau sirami kenanga,
ketika kering melanda
TERIMA KASIH TUHAN
Sudah Kau buktikan
Kuasa-Mu bertahta diatas segalanya
Kebaikan meruntuhkan kejahatan
Keimanan mematikan kezaliman
TERIMA KASIH TUHAN
Jagad kini tertawa
Saksikan duka terganti senyum
Jagad kini terbahak
Melihat kasih redamkan amarah
TERIMA KASIH TUHAN
Akhirnya...
Hanya kepasrahan..,
ketabahan..,
keimanan..,
yang mampu lewati titian cobaan-Mu
TERIMA KASIH TUHAN
Kumohon.., tandai titik di kalimat cobaan-Mu
Agar mawar.., melati.., kenanga..,
tetap berkembang indah serta kokoh tertanam
walau topan menerjang
TERIMA KASIH TUHAN
Tak ada lagi kata terindah dapat kurangkai
'tuk persembahkan untuk-Mu
selain deret dzikirku untuk-MU
TERIMA KASIH TUHAN

AWAL ITU

Teramat indah awal itu
Langkah demi langkah berirama
bak lantunan nyanyian merdu kebersamaan
yang  menyatukan  gelak tawa

Elok nian kalimat itu
Kata demi kata terangkai indah
tak ubahnya  syairpuisi kebijaksanaan
yang  menyirami  jiwa-jiwa hampa

Namun..... kini,
Jangan pernah lagi berharap
Langkah itu seirama
Bahkan kalimat itu berisi petuah...

Bagai lajunya kilatan cahaya
Serta  kerasnya gemuruh petir
Peristiwa indah nan mempesona itu
Sekelebat lewat di depan mata
Dan menghilang diujung jari
Yang tak sempat terjamah oleh tangan pengharapan

Saat ini,,,
Hanya  tangis yang mampu menghibur bathin
Dan....
Hanya senyum keterpaksaan yang mampu obati kecewa
Sambil berharap,,,
Menunggu kala itu tiba
Menjemput dan membawa kita
Menuju panggung kedamaian............

Perjalanan Itu

Teramat indah awal itu
Langkah demi langkah berirama
bak lantunan nyanyian merdu kebersamaan
yang  menyatukan  gelak tawa

Elok nian kalimat itu
Kata demi kata terangkai indah
tak ubahnya  syair puisi kebijaksanaan
yang  menyirami  jiwa-jiwa hampa

Namun….. kini,
Jangan pernah lagi berharap
Langkah itu seirama
Bahkan kalimat itu berisi petuah…

Bagai lajunya kilatan cahaya
Serta  kerasnya gemuruh petir
Peristiwa indah nan mempesona itu
Sekelabat lewat di depan mata
Dan menghilang diujung jari
Yang tak sempat terjamah oleh tangan pengharapan

Saat ini,,,
Hanya  tangis yang mampu menghibur bathin
Dan….
Hanya senyum keterpaksaan yang mampu obati kecewa
Sambil berharap,,,
Menunggu kala itu tiba
Menjemput dan membawa kita
Menuju panggung kedamaian…………

Rabu, 10 Agustus 2011

UNTUKMU IBU

Diam.., terpekur.., terpuruk..!
Bersemayam dalam jiwa sunyi kala terngiang ucapanmu
Untukmu ibu...
Terpahat indah dalam ingatanku
Nampak... kebijakan menghiasi pesonamu
Terlihat... ketegaran bertahta dalam dirimu
Namun kini... dibalik senyum ramahmu
Tertinggal kepedihan diantara ketidak pastian...yang entah kapan 'kan usai
Tapi..!
Kutahu pasti..!
Kuyakin..!
Terlalu mudah untukmu, 'tuk halau pedih demi sebuah keutuhan
Untukmu ibu...
Dari seberang kuucap kata kepasrahan
Dari kejauhan kusuarakan kata ketabahan
Dan.., akhirnya..,
Kuhanya bisa gemakan permohonan kepada Sang Khalik
Tuhan...Aku yang kini papah, datang menghadap pelataran-Mu yang suci
Aku yang kini hina, datang menghadap mihrab-MU yang agung
Tuhan... aku datang...'Tuk pinta kuasa-Mu'Tuk mohon ampunan-Mu
Tuhan...Aku berdoa untuk ibu
Aku sujud untuk ibu
Andai ini batu... hancurkan hingga jadi debu,yang siap terbang kala kuucap bersama doaku untuk-Mu
Umpama ini kertas... biar terbakar,'tuk terbawa bersama pintaku untuk-Mu
Misal... ini kasih-Mu,
Biarlah semua berlalu sesuai kehendak-Mu
Namun.., bila cobaan yang Kau timpakan
Berikanlah kekuatan ‘tuk melawannya
Terima kasih Tuhan…
Biarlah doa malam dan dzikir hamba-Mu ini
Menjadi penawar mujarab-Mu
Agar mawar tumbuh subur
‘Tuk sebarkan aroma bagi dunia
Kabulkanlah doa hamba………..

Amien

INDONESIAKU

Aku cinta kamu,
meski hati ini pernah luka oleh penghunimu
Aku sayang kamu,
meski hati ini terkadang murka pada penunggumu
Aku rindu kamu...
 
Apa yang bisa kulakukan untukmu
SDM, HAM, terdengar dimana-mana
tapi... hanya milik orang kuat
sementara...
Pembangunan ekonomi yang terngiang,
hanya jadi momok bagi yang lemah
Pengentasan kemiskinan diteriakkan,
tapi... jadi ajang laga keuntungan
 
Indonesiku...
Banyak masalah pelik yang kau hadapi,
namun... kau diam.
Andai... kau bisa bicara
Pasti suara lantangmu akan berkata
WAHAI... PENGERUK YANG MENGOTORI PERADUANKU
KELUAR KAU DARI TANAHKU YANG SUCI

Selasa, 09 Agustus 2011

Nyanyian Malam

Syahdu malam membuai jiwa
merasuk hingga relung kalbu,,,
Nyanyian jangkrik kalahkan irama detak jarum jam...
Sayup terdengar cengkrama Ratna dan Galih,
tapi,, nun jauh disana..
terdengar jelas alunan hati yang mendamba..

Malam makin larut,,,
Lirih Ratna dan Galih mulai samar...
namun,,, terngiang nyata nyanyian rindu sang pencinta
semakin indah suaranya,,,
kala ditimpali siulan merdu jangkrik
dan detak malu jarum jam...

Semakin sempurna heningnya malam...
ketika...
lagu manja Ratna tak lagi terdengar
pun asap rokok Galih tak lagi tercium,,,
ketika...
jangkrik tlah menemukan ritme iramanya
pun jarum jam tlah mampu mengatur detakannya
Kala itu,,,
Maestro cinta semakin nyata mendendangkan syair lagu rindu,,,
membuat insan terlelap dalam dekap kasih pemilik hati....

Dia Yang Terakhir

Kau bukanlah yang pertama menemaniku
Pun bukan pula yang terakhir bersamaku,,,
Banyak cerita singkat yang terukir
Lewat lirik cinta dan syair kehidupan
Yang pernah kita lantunkan …..

Cerita itu telah jauh tertinggal
Dalam skenario hidupmu dan hidupku
Bukan aku yang mau tuk usaikan itu
Namun hari yang menuntunku
Tuk tandai titik di penghujung waktuku bersamamu

Kini tlah kutemukan bait cinta baru
Yang mampu melukiskan indahnya hidupku
Hari baruku begitu indah
Relung kosong itu tlah terisi dengan kasih tulus kesederhanaannya

Terima kasih Tuhan karna Skenario Agung-Mu
Mampu hantarkanku lewati panggung ciptaan-Mu
Dan kini dia yang kan slalu hadir dalam cinta-Ku
Karna dia tlah memberi kasih yang tulus untuk ku dan mereka….

Cahaya Cintaku Kini

Dalam keindahan hidupku
Kau hadir bagai onak yang kan menusuk
Sejenak mampu getarkan kebahagiann
Hingga menghujam relung kalbu

Namun,,,
Sadarku sesaat saja terusik,,
Karna dia mampu memberiku bahagia
Tawa lepasku tetap seperti kemarin
Karna dia mampu menggoda bibirku tuk lepaskan tawa
Putih cintanya sembuhkan luka hatiku
Bijak tuturnya redamkan gejolak jiwaku

Aku kini tak lagi merasakan tajamnya durimu
Karna ada dia yang membelai manja ragaku
Peluk hangatnya begitu erat terasa
Hingga mampu hadirkan cahaya cinta di jiwaku