Jalan itu terpaksa ditapaki
Walau akhirnya terlewati juga
Dan tiba di punghujung tak bersahabat…
Berdiri pada sebuah lingkar keangkuhan,
Awal mula cerita itu.
Raga itu memang elok
Kala tampak di permukaan.
Dihiasi oleh pakaian kebesaran,
Sementara isi kepala itu samar dipelupuk mata
Karna,,,
Tutur terucap laksana
angkuhnya rahwana dan cerdiknya sang kancil
sementara lisan terdengar tak terpelajar.
Para pandawa hanya diam bijaksana,
Sambil menyaksikan drama satu babak
Yang bercerita tentang,,,
“sempitnya akal karna lisan tak terdidik”.
Walau akhirnya terlewati juga
Dan tiba di punghujung tak bersahabat…
Berdiri pada sebuah lingkar keangkuhan,
Awal mula cerita itu.
Raga itu memang elok
Kala tampak di permukaan.
Dihiasi oleh pakaian kebesaran,
Sementara isi kepala itu samar dipelupuk mata
Karna,,,
Tutur terucap laksana
angkuhnya rahwana dan cerdiknya sang kancil
sementara lisan terdengar tak terpelajar.
Para pandawa hanya diam bijaksana,
Sambil menyaksikan drama satu babak
Yang bercerita tentang,,,
“sempitnya akal karna lisan tak terdidik”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar